Sejarah

Mula-mula ada seorang Kyai, kemudian datang bebempa santri yang ingin belajar agama; semakin hari santri semakin banyak, lalu timbul inisiatif untuk mendirikan pondok/asrama di dekat rumah kyai. Makin hari makin banyaklah pondok atau asrama yang berdiri sesuai dengan jumlah banyaknya santri yang ada, sehingga tempat tersebut dinamakan pondok pesantren, karena penghuninya adalah para santri yang ingin belajar menuntut ilmu agama Islam dari kyai. Pada zaman dahulu kyai tidak merencanakan bagaimana membangun pondoknya itu, yang terpikir hanyalah bagaimana mengajarkan ilmu agama supaya dapat dipahami dan dimengerti oleh santri.

Pendiri Pesantren

K.H Syukron Makmun, Mubaligh